Cerita pendek Tragedi Berdarah konser musik BESIDE

Tepat jam 19.00 wib saya tiba di gedung AACC di jalan Braga Bandung,
tempat dimana launching album perdana band metal asal kota kembang
Beside digelar. Suasana diluar gedung sangat ramai dipenuhi teman-
teman dari komunitas yang berkumpul untuk menyaksikan konser tunggal
dari band yang baru saja meluncurkan album bertitel “Against
Ourselves” ini. Di depan gerbang gedung yang berkapasitas 500 orang
ini saya melihat ratusan metalhead yang terus mengantri berusaha
masuk kedalam gedung, terlihat juga beberapa orang aparat keamanan
yang sedang bersantai duduk diatas motor yang diparkir di depan
gedung. Tidak lama kemudian dari luar terdengar Beside sudah mulai
menggeber lagu pertama dari set list konser mereka malam ini, tanpa
banyak menunggu saya langsung masuk melalui pintu samping gedung yang
dikhususkan untuk para undangan dan teman-teman media.

Dari pinggir panggung saya melihat hampir 800 metalhead memadati
crowd yang intens berpogo ria diiringi penampilan Beside yang
powerfull, setelah saya perhatikan nampaknya pihak panitia telah
menjual jumlah tiket yang melebihi kapasitas gedung. Sempat beberapa
kali saya melihat beberapa penonton yang mabuk dan pingsan dehidrasi
dikarenakan kurangnya sirkulasi udara segar di dalam gedung, tapi
sangat disayangkan pihak panitia tidak sigap menyediakan bantuan yang
maksimal seperti PMI atau tim khusus untuk menangani kejadian seperti
ini, sehingga beberapa penonton yang pingsan hanya dibiarkan
tergeletak di lorong samping panggung tanpa pertolongan yang benar.

Memang udara didalam gedung sangat panas dan pengap hingga
dipertengahan konser saya berjalan keluar melalui jalan samping untuk
membeli minuman dingin. Dari depan pintu samping saya melihat
kerumunan penonton tanpa tiket yang beramai-ramai berusaha merubuhkan
gerbang utama gedung AACC ini, namun sayangnya para aparat yang
berada di sekitar gerbang tidak melakukan tindakan antisipasi dan
hanya berdiri merokok menyaksikan kejadian tersebut. Sempat saya
mengingatkan salah seorang aparat untuk segera bertindak tapi hanya
sebuah jawaban sederhana yang saya terima, “Udah biarin aja ada
panitia yang jaga, kamu ga usah ikut-ikutan” tuturnya. Aneh
mendengarnya, seharusnya mereka lebih sigap dan segera mengamankan
kejadian tersebut. Merasa tidak digubris saya kembali masuk kedalam
gedung dan memberi tahu kondisi diluar gedung ke pihak panitia yang
berjaga didalam, akhirnya beberapa panitia berlarian keluar untuk
ikut membantu.

Setelah pemutaran video klip “Holyman” melalui big screen di kanan
kiri panggung para personil Beside terlihat membagikan beberapa gelas
bir kepada penonton yang berada di barisan depan panggung, tentunya
suguhan ini dengan gembira ditanggapi oleh para penonton yang memang
kehausan setelah terus berpogo. Tak berselang lama Beside kembali
bersiap dan melanjutkan konser mereka. Sekitar jam 20.30 konser yang
berjalan lancar ini berakhir, kerumunan penonton yang mengantri untuk
keluar pun terlihat aman dan tertib. Didalam gedung terdapat beberapa
penonton yang kelelahan dan beristirahat sambil menunggu antrian yang
cukup panjang. Dan tragedi buruk ini pun dimulai, tidak lama kemudian
saya mendapat kabar bahwa diluar ada dua orang penonton yang
meninggal karena kehabisan nafas.

Tiba-tiba seorang aparat tanpa seragam naik ke atas panggung dan
langsung berteriak-teriak menyuruh semua penonton yang ada didalam
gedung untuk segera keluar. Tanpa basa-basi pun beberapa polisi
lainnya ikut masuk kedalam dan dengan kasar mengusir semua penonton
yang tersisa. Kembali saya coba mengingatkan para aparat untuk tidak
bertindak kasar dan menerangkan bahwa diluar antrian penonton masih
panjang. Namun sekali lagi omongan saya tidak digubris dan mereka
terus bertindak seenaknya mendorong dan menendang para penonton, dan
akhirnya suasana antrian menjadi tidak terkendali.

Beberapa penonton dibagian belakang terus mendorong kedepan karena
takut terkena pukulan para aparat yang terus memaksa keluar, sangat
jelas terlihat bertambahnya korban yang pingsan karena terinjak-injak
antrian yang terus menumpuk. Dalam kondisi panik saya berusaha
membantu seorang penonton yang tergeletak pingsan didepan gedung dan
membopongnya untuk dibawa kedalam mobil salah satu panitia. Tiba-tiba
salah seorang teman saya yang juga ikut membantu korban dipukul
wajahnya oleh seorang oknum aparat tanpa alasan yang jelas, dengan
sigap saya berusaha melerai mereka. Dan sekali lagi sikap angkuh dan
sok jagoan dari seorang oknum aparat pun dipertontonkan, dengan sikap
yang kampungan hampir 20 orang aparat langsung menyerang saya dan
mengeroyok membabi buta seperti segerombolan preman yang haus
berkelahi.

Akhirnya suasana kembali tidak terkendali dan kerusuhan pun terjadi,
beberapa teman yang ikut melawan dan melindungi saya pun ikut terkena
pukulan dan tendangan dari oknum-oknum aparat yang terus bertambah
sehingga kami semua berpencaran berlari jauh untuk menghindar. Dari
kejauhan saya melihat beberapa korban yang pingsan didepan gedung
diusir dengan kasar oleh beberapa aparat, dan mereka pun langsung
memasang Police Line agar tidak ada lagi penonton yang masuk kedalam
gedung. Tak lama kemudian saya mendapat kabar bahwa beberapa teman
saya dibawa ke Polwiltabes Bandung sebagai saksi untuk dimintai
keterangan perihal kejadian tersebut, dan saya pun langsung menuju
kesana untuk mencari tahu kepastian beritanya.

Sesampai di kantor polisi saya melihat beberapa panitia yang
berkumpul sambil menunggu giliran untuk di interogasi. Saya mencoba
menghampiri dan bertanya kepada mereka tentang berita terakhir korban
tragedi tersebut dan ternyata jumlah korban yang meninggal sudah
mencapai 10 orang yang tersebar di 2 Rumah Sakit. Beberapa korban
yang tidak tertolong meninggal di RS Bungsu dan RS Hasan Sadikin
Bandung, dan menurut panitia yang ikut mengantar ke rumah sakit
bercerita setibanya di rumah sakit hampir sebagian besar korban tidak
dilayani dan hanya dibiarkan saja oleh pihak rumah sakit hingga
akhirnya mereka meninggal dunia. Mungkin hal ini terjadi dikarenakan
pihak rumah sakit takut akan tidak selesainya urusan admistrasi dari
masing-masing korban. Sungguh kondisi yang sangat mengecewakan dan
menyesakan dada, namun apa daya semuanya sudah terlewati dan kami
sudah tidak bisa membantu lebih banyak lagi.

Dunia musik Indonesia kembali berduka, sebuah konser musik yang
menelan korban jiwa kembali terjadi. Lalu siapa yang bisa disalahkan?
Apakah buruknya persiapan antisipasi panitia yang nakal dengan
menjual tiket diluar kapasitas gedung? Apakah juga bobroknya sikap
aparat sebagai pihak yang seharusnya mengatur keamanan di lokasi
konser? Atau terlalu banyaknya teman-teman kita yang terlalu mabuk
ketika menonton konser? Lalu bagaimana dengan parahnya pelayanan di
rumah sakit yang terkesan acuh untuk menangani korban? Saya rasa
semua itu bisa menjadi penyebabnya, dan kita hanya bisa menyesalinya.
Tentunya setelah tragedi ini rasa pesimis teman-teman di komunitas
akan sulitnya izin untuk bisa menyelenggarakan konser-konser akan
semakin bertambah.

Dengan adanya tulisan pendek ini mudah-mudahan berita miring di media
yang terkesan memojokan teman-teman komunitas atas tragedi ini dapat
sedikit diluruskan, dan kejadian ini dapat dijadikan contoh kasus
yang perlu diteladani dan disikapi dengan benar oleh semua pihak yang
berkaitan dengan pelaksanaan sebuah konser musik. Tulisan ini hanya
sebuah pandangan dan opini seorang musisi, teman, dan penikmat musik
yang sangat mengharapkan suasana yang kondusif dari sebuah konser.
Dari lubuk hati yang paling dalam saya mewakili komunitas musik
sejagad Indonesia turut merasakan prihatin dan belasungkawa yang
sedalam-dalamnya atas tragedi ini. Semoga teman-teman kami yang telah
pergi dapat beristirahat dengan tenang dan segala kebaikannya
diterima disisi Allah SWT, Amien…

Live hard, die hard… Rest In Peace Brothers, we’re gonna miss u…

Posted by Megabenz.(Eben BKHC)
from
:http://majalah- kordgitar. blogspot. com/2008/ 02/cerita- pendek-tragedi- berdarah- konser.html# links

1 Komentar

  1. Komentar oleh i_one_anti.sosial on April 26, 2008 2:09 pm

    beside iraha maen deui urang kangen

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar